gemsoe8889

Hewan yang mudah lemah, dan hobby tidur, serta yang mempunyai waktu tidur yang sangat panjang.

Image
  Jakarta-Mengenal hewan yang mudah lemah dan hobby tidur, mereka adalah tentu saja hewan yang paling banyak menghabiskan waktu hidupnya untuk bermalas-malasan atau tidur, ini dikarenakan pada umumnya banyak sekali ragam hewan yang aktif dan lincah, baik itu dalam hal berburu makanan atau sekedar beraktifitas. * Hewan Karnivora ( Pemakan daging atau hewan, yang memperoleh energi dan nutrisi, yang dibutuhkan dari makanan, berupa jaringan hewan).     Hewan Karnivora memiliki waktu tidur yang lebih sedikit, dan singkat jika dibandingkan dengan hewan Herbivora. * Hewan Herbivora  (Pemakan tumbuhan dan tidak memakan daging).     Hewan Herbivora menghabiskan lebih banyak waktu untuk dapat mengunyah makanan mereka, yang berupa tumbuhan, dan menghasilkan energi dari makanan tersebut. Berikut adalah beberapa hewan, yang dianggap mudah lelah dan malas. 1. Armadillo  Armadillo atau Tatou, Ocarro, adalah spesies terbesar Armadillo, hewan ini dapat diketemukan dika...

Lalat Kalajengking-Scorpion flies

 

Scorpion flies-Lalat Kalajengking

  Jakarta-Lalat Kalajengking atau Scorpion Flies adalah serangga yang terklarifikasi dalam familia mecoptera. Familia yang telah ada di bumi sejak 250 juta tahun yang lalu.

    Diperkirakan ada sekitar 550 spesies serangga yang di kategorikan sebagai Lalat Kalajengking,meski memiliki kemiripan bentuk tubuh dengan Kalajengking , namun nyatanya serangga-serangga ini tidak memiliki hubungan kekerabatan apapun dengan hewan beracun Kalajengking yang terkenal dengan sengatan ekornya yang beracun dan berbahaya tersebut.

     Kata Kalajengking dalam penamaan itu adalah menghubung kepada alat kelamin di ujung lengkung perut melentik yang mirip dengan organ sengat. Selain itu serangga ini ternyata berkerabat dekat dengan familia siphonaptera yaitu familia untuk Kutu, meskipun ordo ini di sebut sebagai lalat.

   Lalat Kalajengking (mecoptera) memiliki banyak nama lain, karena serangga itu terdiri atas 5 famili, yaitu Panorpidae, Bittacidae, Boreidae, Meropidae, Nannochorispidae Walaupun nama Lalat Kalajengking banyak,tetapi serangga ini tidaklah berbahaya.

     Biasanya Lalat Kalajengking memiliki warna tubuh yang berwarna hitam kekuningan serta warna kepala berwarna kemerahan.selain itu spesies serangga ini hanya memiliki panjang 2,5 mm,Tubuhnya ramping memanjang ,Sepasang sayapnya yang panjang dan menyempit, kepalanya berbentuk lonjong ,dan bentuk matanya seperti lalat biasa pada umumnya, Bentuk Lalat Kalajengking ini di yakini adalah bentuk semula dari kupu kupu dan ngengat sebelum kupu-kupu atau ngengat berevolusi.

        Lalat Kalajengking juga memiliki mulut yang berbentuk layaknya seperti paruh, sebagai serangga omnivora (pemakan segala) dan bentuk mulut lalat kalajengking ini sangat berguna untuk mengunyah makanan, tumbuh tumbuhan ataupun serangga-serangga yang lebih kecil. Lalat Kalajengking memilih memakan, nektar, serbuk sari buah, buah, lumut, dan serangga-serangga yang bertubuh lunak, Seringkali lalat kalajengking ini juga mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang telah membusuk dan serangga yang telah sekarat atau serangga yang telah mati, Lalat Kalajengking ini juga dapat memakan jasad manusia.

     Walau terlihat sangat mirip dengan ekor Kalajengking namun manfaat atau fungsi ekor dari Lalat Kalajengking ternyata sangat jelas juga memiliki fungsi yang berbeda. Jika Kalajengking menggunakan ekornya sebagai alat untuk mempertahanan diri, Sedangkan Lalat Kalajengking menggunakan ekor yang  fungsi dan manfaatnya untuk perkembang biakan. Bentuk ekor yang unik dari lalat kalajengking ini hanya dimiliki oleh pejantan saja.Saat akan melakukan perkawinan, lalat kalajengking pejantan akan menggunakan ekornya untuk dapat menangkap ujung ekor lalat kalajengking betina,selain berfungsi sebagai alat reproduksi,ujung ekor lalat kalajengking pejantan ini juga berfungsi dapat menghasilkan zat berbau yang dapat mengikat para betina.


  Sebagai serangga yang tergolong dalam Familia mecoptera, Lalat Kalajengking pada umumnya menghuni habitat yang lembab, seperti hutan, daerah bersalju, atau gua. Lalat Kalajengking ini pada umumnya dapat kita ketemukan sedang menghinggapi daun pepohonan yang lebar, di dalam area hutan atau luar hutan. Selain itu serangga ini juga memiliki kemampuan untuk  hidup pada dataran tinggi di bawah 1500m atau diatas 3000m.

Sampai pada saat ini Lalat Kalajengking  telah banyak berhasil diketemukan di banyak benua di seluruh dunia, yaitu benua amerika, benua afrika, benua eropa, benua australia, dan benua asia.

    Dan di benua asia, Indonesia lah menjadi salah satu negara dengan spesies Lalat Kalajengking yang terbanyak.

      Pada saat ini ada beberapa spesies Lalat Kalajengking yang telah teridentifikasi di Indonesia

1. Neopanorpa Umbonata yang di ketemukan di Pulau Sumatra

2. Neoparnopa Spicata yang banyak teridentifikasi di ketemukan di Pulau Kalimantan

3. Neoparnopa Mulleri yang di ketemukan di Pulau Jawa

4. Neoparnopa Angustiapicula yang di ketemukan si Pulau Jawa

5.  Leptoparnopa  Charpentieri yang banyak di ketemukan antara lain di Pulau Jawa dan Sumatra

6. Leptopaenopa Jacobsoni yang di ketemukan di Pulau Jawa

7. Leptoparnopa Javanica yang di ketemukan di Pulau Jawa

8. Leptoparnopa Robusta yang di ketemukan di Pulau Jawa. (mcl75)

                                                              

Comments

Popular posts from this blog

Anoa (Bubalus depressicornis) Kerbau kerdil dari Sulawesi.

Pteromyini-Tupai Terbang

Komodo-Dinosaurus terakhir di dunia.